Sultan Baktiar Najamudin Terpilih Jadi Ketua Umum TP Sriwidjaja
WARTANEGERIKU.ID — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, secara resmi didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwidjaja periode 2026-2031.
Penunjukan ini dilakukan secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-XIII TP Sriwijaya di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, tanggal 27 Juni 2026.
Ormas yang menghimpun masyarakat perantau Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) ini, mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan kepada Sultan Baktiar Najamudin untuk memperkuat visi pembangunan di daerah.
Sultan Baktiar Najamudin yang juga mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini, menyatakan menerima amanah tersebut demi memperkuat visi pembangunan daerah. Ia mengapresiasi dukungan dari para peserta mubes, yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, saya terima untuk ditetapkan sebagai ketua umum DPP Tenaga Pembangunan Sriwidjaja. Mari kita jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar TP Sriwidjaja bisa lebih berdampak dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbagsel," ujar Sultan Baktiar Najamudin.
TP Sriwidjaja memiliki rekam jejak sejarah yang panjang bagi masyarakat Sumatra Bagian Selatan. Organisasi kemasyarakatan ini didirikan pada tahun 1968 oleh para bekas pejuang tentara pelajar Sumbagsel. Kini, organisasi tersebut tumbuh menjadi salah satu paguyuban terbesar di Indonesia, yang mengakar kuat di tingkat nasional.
Mubes ke-XIII ini dihadiri oleh pengurus daerah dari berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Jakarta, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya Nyimas Aliyah, Sekretaris Jenderal DPD RI Komjen Pol. M. Iqbal, serta Ketua Percepatan Reformasi Polri Prof. Jimly Asshiddiqie. Tampak pula Erwin Singajuru dan Prof. Juanda di lokasi acara.
Melalui kepemimpinan yang baru, TP Sriwidjaja diharapkan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, melainkan mampu merancang program konkret yang berkontribusi langsung pada kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumsel dan sekitarnya.
Sumber: Warta Negeriku Indonesia