TP Sriwijaya Bengkulu: Sinergi Menuju Bengkulu Emas
KBRN, Bengkulu: TP Sriwijaya Bengkulu mengadakan syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-56 yang mengusung tema "Sinergi Menuju Bengkulu Emas" di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Bengkulu, pada Senin (14/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama unsur Forkopimda, Pemuda Pancasila, Generasi Muda FKPPI, Menwa, Persit, Bhayangkari, serta perwakilan dari TNI dan Polri. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap TP Sriwijaya dalam mempererat sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Ketua Panitia HUT ke-56 TP Sriwijaya Pengurus Daerah (Pengda) Bengkulu, Hj. Zusy Nery, dalam sambutannya menjelaskan bahwa peringatan tahun ini dipenuhi dengan berbagai kegiatan untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa kebangsaan.
"Kami mengadakan ziarah, lomba song, lomba gaple, dan syukuran ini. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa, serta meningkatkan kesadaran kita untuk terus menjaga hasil perjuangan tersebut," jelasnya.
Wakil Ketua Pengda TP Sriwijaya Bengkulu, Eddy Ramlan, dalam sambutannya memaparkan sejarah panjang perjuangan TP Sriwijaya yang berawal dari gerakan Tentara Pelajar pada masa Agresi Militer Belanda I dan II.
"TP Sriwijaya berawal dari Tentara Pelajar yang dibina oleh Letkol Bambang Utoyo. Setelah kemerdekaan, melalui Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1949, para pelajar ini diberi kesempatan untuk melanjutkan karir di Angkatan Bersenjata atau kembali ke dunia pendidikan," ujarnya. Lebih lanjut, Ir. Eddy Ramlan menambahkan bahwa pada 19 Agustus 1968, TP Sriwijaya resmi dibentuk sebagai organisasi kemasyarakatan dengan visi sinergi pembangunan.
Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah Syahili, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi TP Sriwijaya dalam sejarah perjuangan bangsa dan pembangunan daerah. "Saya bangga karena ayah saya juga seorang tentara, dan nilai-nilai disiplin yang diajarkan kepada saya memotivasi saya untuk terus bekerja bagi kemajuan negeri ini. TP Sriwijaya adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai perjuangan dan disiplin militer dapat membentuk masyarakat yang kuat," ujar Rosjonsyah.
Acara syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Gubernur Bengkulu, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang TP Sriwijaya yang terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah. Peringatan HUT ke-56 ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga momentum bagi TP Sriwijaya dan masyarakat Bengkulu untuk terus melangkah maju, membangun masa depan yang lebih baik demi kesejahteraan bersama.
Sumber: RRI.co.id